Saturday, 14 March 2015

Era Michael Schumacher : Dream Team F1 Ferrari


Masa penantian Ferrari selama 21 tahun untuk meraih gelar juara dunia pembalap akhirnya terbayar di musim 2000. Schumi kali ini ditemani Rubens Barrichello. Lawan berat bagi Schumi adalah Mika Hakkinen dari McLaren. Schumi merebut gelar juara dunia ketiganya di Jepang saat ia mengalahkan Mika dengan kunci strategi pit bagus dari Ross Brawn. Rekan setimnya, Barrichello menjadi penyelamat di beberapa balapan bagi Schumi, seperti saat ia finish ketiga di Austria, dan kemenangan balapan pertamanya di Jerman.
Musim 2001 Ferrari masih tetap kuat, dengan Schumi masih mempertahankan gelarnya, dan Barrichello menempati P3 klasemen akhir pembalap. Sejarah kemudian di cetak oleh Schumi di GP Hungaria, saat Schumi mencatatkan diri sebagai pemenang rekor kemenangan terbanyak dengan 52 kali menang, memecahkan rekor sebelumnya atas nama Alain Prost dengan raihan 51 kemenangan.
Tahun 2002 adalah tahun super bagi Ferrari. Mereka berhasil memenangi 15 dari 17 lomba (11 untuk Schumi, 4 untuk Barrichello). Bahkan gelar juara dunia bagi Schumi pun datang dengan cepat, karena saat musim balap menyisakan enam seri lagi, Schumi telah pasti sebagai juara dunia di Perancis. Namun di musim itu juga tim Ferrari harus menganggung malu. Akibat skandal team order di GP Austria, tim Ferrari dihukum denda 1 juta dollar AS, bahkan Schumi pun menjadi cemoohan oleh pihak media dan fans.
Musim 2003 dengan diawali start buruk dari tim, Schumi bangkit di balapan keempat di San Marino, pada saat yang bersamaan, ibu Schumi, Elizabeth meninggal dunia. Schumi menang di San Marino, dan kemenangannya tersebut didedikasikan untuk sang bunda. Sepanjang musim 2003 lawan terberat Schumi adalah Kimi Raikkonen. Bahkan andaikan saja Eddie Jordan/Giancarlo Fisichella tidak memprotes hasil balapan di Brazil dan Rubens Barrichello tidak menang secara dominan di Jepang, hampir bisa dipastikan Raikkonen akan menjadi juara dunia.
Musim 2004 adalah ulangan dari musim 2002, karena Ferrari lagi-lagi memenangi 15 dari 18 lomba. Mereka hanya kalah di Monako, Belgia, dan Brazil. Michael Schumacher sendiri berhasil mempertajam rekornya menjadi tujuh kali juara dunia.
2005 menjadi tahun revolusi bagi Ferrari. Akibat kegagalan Bridgestone menyediakan ban yang bagus untuk Ferrari, sepanjang musim 2005 Schumi hanya mampu menunjukan performa seadaanya. Ia memang berhasil menang di AS, tetapi itupun karena seluruh mobil Michelin mundur dari balapan.

Sumber Dari :  https://id.wikipedia.org/wiki/Scuderia_Ferrari#2000-an:_Kembali_ke_jalur_juara
Gambar Diambil dari :  news.superscommesse.it

No comments:

Post a Comment